ARTIKEL

 

 

GUNAKAN 4V DALAM PUBLIC SPEAKING

VISUAL - VERBAL - VOCAL - VIRTUE

 

Kesan pertama dari Audience terhadap seorang Public Speaker adalah penampilan diri secara keseluruhan. Agar Anda dapat tampil secara mempesona, gunakan 4V sebagai patokan Anda tampil berbicara di depan Publik secara menawan. Adapun 4V adalah sebagai berikut:

VISUAL : Visual merupakan Tampilan diri Anda maupun tampilan media yang Anda gunakan ketika Anda melakukan Presentasi.

Tampilan Diri adalah, mulai dari Keserasian Busana serta perlengkapannya, Bahasa Tubuh (Body Language) dan Ekspresi wajah Anda (Dalam hal ini Komunikasi Non Verbal sangat Berperan). Agar tampilan Anda menarik dan berkesan, gunakalah Busana beserta asesorisnya sesuai dengan acara yang sedang dihadiri dan status Anda dalam acara tersebut. Busana yang Anda gunakan dapat memberi kesan siapa diri Anda dan apa pekerjaan Anda. Oleh sebab itu gunakan busana yang sopan, serasi dan tidak terlalu mencolok, baik warna maupun asesoris pelengkap, sehingga kesan pertama dari Audience kepada Anda menjadi simpatik serta menumbuhkan rasa hormat.

Ketika Anda tampil, bahasa tubuh sangat mempengaruhi penampilan Anda. Gerakan-gerakan tertentu akan menambah kesan menarik dari Audience, tetapi adapula gerakan-gerakan yang tidak disadari justru akan menurunkan nilai penampilan Anda.  Misalnya, secara tidak disadari Anda secara berulang memasukan dan mengeluarkan tangan ke dalam saku baju atau celana yang digunakan. Atau setiap beberapa saat Anda mengeluarkan suara-suara yang tidak perlu, seperti "mendehem" atau hmmm....eeeee... dlsb. Hal ini akan berpengaruh terhadap penampilan Anda. Gunakan bahasa tubuh secara menawan, simpatik, tidak kaku dan tidak juga terlalu banyak gerakan-gerakan yang tidak perlu. Tatapan mata Anda pun akan mempengaruhi penampilan Anda. Tatap Audience secara bergantian dengan waktu yang tidak terlalu lama atau terlalu cepat. Tatap Audience dengan penuh kesantunan dan rasa hormat. Jaga selalu senyum Anda, karena akan menambah rasa simpati Audience kepada Anda.

VERBAL :

VERBAL adalah kalimat-kalimat yang diucapkan maupun kalimat-kalimat yang ditulis. Sebagai Public Speaker maupun Master of Ceremony VERBAL merupakan salah satu faktor penting yang harus menjadi perhatian dan menjadi modal utama. Kalimat-kalimat yang Anda ucapkan hendaknya terstruktur dengan baik, karena Anda adalah contoh dan panutan para Audience Anda. Pilihlah kata-kata dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kalimat yang Anda ucapkan menunjukkan kualitas diri Anda. Audience maupun mitra kerja Anda akan menunjukkan rasa hormat kepada Anda apabila kalimat yang Anda gunakan adalah kalimat-kalimat yang terstruktur dengan baik dan berkualitas. Sampaikan pesan-pesan Anda dengan kalimat-kalimat yang baik dan santun. Anda boleh menyelingi pembicaraan Anda dengan kalimat-kalimat humor, tetapi tetap harus dalam batas-batas koridor kesantunan, sebab Audience akan dapat mengukur dan menilai siapa diri Anda dan bagaimana kualitas diri Anda. Kalimat yang Anda ucapkan menunjukkan kualitas diri Anda. Apabila Anda ingin menjadi tokoh masyarakat yang dihormati atau VIP, Tunjukkan bahwa Anda adalah individu yang berkualitas dengan cara berpenampilan dan dengan cara Anda berkomunikasi.

VOCAL :

Pengertian VOCAL dalam aktivitas Public Speaking dan Master of Ceremony adalah Warna dan Volume suara Anda ketika berbicara di depan umum. Warna suara seorang Public Speaker hendaknya berbobot dan berkualitas, tidak cempreng dengan ARTIKULASI yang jelas pengucapannya. Sampaikan pesan-pesan Anda dengan UCAPAN yang jelas dan ARTIKULASI yang benar serta mudah dimengerti. Ucapkan dengan benar, dengan gerak mulut yang benar. Selain itu, volume suara Anda harus bisa didengar dengan baik, dengan volume yang cukup sesuai dengan jumlah audience dan ruangan yang digunakan. Tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu pelan. Anda tidak perlu berteriak-teriak ketika menyampaikan pesan-pesan Anda, karena Anda menggunakan Alat bantu Speaker untuk memperjelas volume. Dalam pelatihan Public Speaking, Anda kan dilatih mengatur PERNAFASAN, ARTIKULASI dan OLAH VOCAL.

VIRTUE :

Pengertian VIRTUE adalah Kebaikan, Kebajikan dan Kebenaran. Sebagai seorang Public Speaker maupun Master of Ceremony hendaknya Anda memiliki kualitas Virtue yang tinggi. Sebagai Public Figure Anda harus memberikan contoh-contoh perilaku yang benar. Seorang VIP selalu berperilaku benar, baik dan penuh kebajikan. Selain itu. seseorang yang memiliki Virtue yang tinggi memiliki rasa tanggungjawab terhadap apapun yang dikerjakannya, penuh toleransi, penuh kasih sayang dan tidak pamrih. Penuh perhatian dan kepedulian terhadap kesulitan yang dialami orang lain. Suka menolong dengan penuh keikhlasan. Mengapa hal-hal tersebut penting untuk seorang Public Speaker maupun Master of Ceremony ? Sebab Anda bekerja dengan banyak orang, dengan Tim, dengan para panitia. Agar acara dapat berjalan dengan lancar tentunya Anda harus menyesuaikan diri dengan semua anggota panitia dan Tim kerja Anda, Anda harus memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi agar semua berjalan dengan lancar dan sukses. Anda harus saling mengisi dengan rekan kerja Anda.

 

LAKUKANLAH KE EMPAT KUNCI "V" Tersebut di atas dengan benar, dan jadikan kunci sukses dalam melaksanakan tugas Anda sebagai Public Speaker.

Salam Sukses Selalu

Dr. Evita Arief, M.Psi

 


PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

Pentingnya Kemampuan Komunikasi Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Banyak orang yang cerdas tetapi kurang beruntung dalam kehidupannya. Ketika Ia masih sekolah selalu menjadi juara kelas, namun setelah menjalani kehidupan yang sebenarnya Ia selalu mengeluh, karena nasibnya kurang beruntung seperti rekan-rekannya yang dulu hanya memperoleh nilai pas-pasan ketika sekolah.

Ternyata dalam kehidupan ini, dengan hanya bermodalkan kecerdasan Intelektual saja belumlah cukup. Memiliki kecerdasan Intelektual yang tinggi dan super belum tentu dapat menjamin bahwa kehidupan seseorang akan sukses, baik secara material maupun secara sosial. Sebaliknya, seseorang yang hanya memiliki kecerdasan intelektual pas-pasan ternyata bisa menjadi sukses, baik dalam kehidupan berkarir, berkeluarga maupun kehidupan sosial masyarakat.

Banyak kita temui dalam lingkungan masyarakat kita, seseorang yang senang berdebat dan selalu ingin benar sendiri. Biasanya orang-orang seperti ini tidak begitu disukai oleh rekan-rekannya dan bahkan ada yang menjauhinya, karena ingin menghindar terjadinya kesalahpahaman. Memang benar, bahwa keterbukaan merupakan kunci terjalinnya hubungan yang harmonis. Namun, keterbukaan juga ada batas-batas koridor yang selayaknya kita ketahui. Menyampaikan sesuatu secara terbuka dan jujur, harus mempertimbangkan perasaan lawan bicara kita. Seseorang akan menerima kritikan dengan senang hati apabila disampaikan dengan gaya komunikasi yang baik dan benar, tidak menyinggung perasaan orang yang dikritik. Sebenarnya "Kritik" adalah salah satu faktor yang dapat menjadikan diri kita lebih baik. Jadi, sebenarnya kritik adalah faktor yang baik untuk kedua pihak, baik untuk memberikan kritik maupun yang menerima kritik. Karena dengan demikian, tujuan yang diharapkan akan dapat tercapai dengan baik. Kritik merupakan salah satu kunci menuju kesuksesan.

Mengutarakan kritik terhadap seseorang harus dilakukan dengan Gaya Komunikasi yang Persuasif. Kita harus mampu memahami perasaan lawan bicara, memahami apa yang disukainya maupun yang tidak disuka olehnya. Seseorang akan dengan senang hati apabila diajak bicara dengan penuh kelembutan dan kesabaran, meskipun topik pembicaraan adalah hal yang mengandung kritikan untuk dirinya. Dalam hal ini, tentunya kemampuan Berkomunikasi secara Persuasif merupakan salah satu Modal dalam menjalin hubungan sosial, baik dengan keluarga, teman kerja maupun dengan masyarakat luas. Untuk mampu melakukan komunikasi secara persuasif diperlukan waktu yang cukup untuk berlatih dan membiasakan. Oleh sebab itu, kami mengajak Anda untuk melatih diri menjadi Sosok yang Mampu Berkomunkasi Secara Persuasif. Mari bergabung dengan kami EMINENT STUDY, WA : 0812 8862 7999.

Salam Hangat.
Dr. Evita Arief, M.Psi.
Jakarta, 13 Juli 2018
===========================================================================

MENTAL SWITCHING TRAINING

Evita Arief secara rutin memberikan pelatihan Mental Switching kepada para karyawan PT. CHEVRON PASIFIC INDONESIA di Hotel Santika Bogor. Pelatihan diberikan demikian rupa, sehingga peserta merasa bersemangat, akrab dan termotivasi untuk ekerja lebih baik, dan siap menghadapi masa pensiun dengan bahagia, tanpa adanya post power sindrome. Pelatihan di lengkapi dengan beberapa permainan yang bertujuan meningkatkan kemampuan kerjasama. kepemimpinan, komunikasi, kejujuran, ketelitian, kesabaran dan lain-lain.


PELATIHAN PENGEMBANGAN KARAKTER DAN REVOLUSI MENTAL

Presiden Republik Indonesia dalam berbagai kesempatan selalu berpesan agar Bangsa Indonesia dapat melakukan Revolusi Mental secara benar dan nyata. Bangsa Indonesia yang sejak dahulu kala dikenal dengan bangsa yang berbudi luhur dan berakhlak mulia akhir-akhir ini sudah tidak terlihat lagi. Yang sering kita temui adalah orang-orang yang saling menghujat, mencemooh dan saling menjatuhkan. Orang-orang seperti ini sudah lupa dengan harga dirinya sendiri, demi untuk kepentingan pribadi rela memburuk-burukan dan menjatuhkan orang lain. Padahal perilaku seperti ini justru menjatuhkan "nilai pribadinya".

Orang-orang yang berbudi luhur adalah yang lebih mendahulukan kepentingan orang banyak daripada kepentingan dirinya sendiri. Orang-orang yang berbudi luhur memiliki rasa empati yang mendalam, penuh kasih sayang, perhatian dan mau mengalah demi kebaikan bersama, ia tidak ingin orang lain bersedih apalagi sakit hati. Ia benar-benar menjaga perasaan orang lain dan sangat menghargai pendapat orang lain. Tidak memandang apakah lawan bicaranya orang yang lebih tua - sebaya atau lebih muda. Ia akan menjadi pendengar yang baik dan aktif. mau menerima pendapat orang dengan lapang dada. Orang-orang yang berbudi luhur merasa bahwa pendapat atau nasehat orang lain adalah suatu "pengayaan bagi dirinya". Nasehat dan pendapat orang lain justru memperkaya dirinya menjadi orang yang kaya dengan pengetahuan umum dan kaya dengan pengetahuan mengenai perilaku manusia yang beragam.

Sebaliknya, ia juga mampu merespon dan berdialog dengan baik dan santun. Sebagai pendengar yang aktif, ia mampu mengutarakan ide-idenya secara bijak. Komentar yang diberikannya bersifat "motivasi". Ia mampu membangkitkan motivasi orang lain untuk berperilaku lebih baik dan produktif. Ide-ide yang dimiliki mampu diungkapkan secara benar dan santun, tidak memaksa agar orang lain mengikutinya.Kontrol dirinya sangat baik. Ada dua macam bentuk "kontrol diri". Para akhli psikologi menyebutnya dengan "Locus of Control". Yakni "External locus of control" dan "Internal locus of control".

Individu yang memiliki "External locus of control"

  • Secara psikologis, ia kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya.
  • Kurang responsif dengan kondisi orang lain.
  • Keinginannya rendah untuk mempelajari hal-hal baru.
  • Jika mengalami kegagalan ia akan mempersalahkan orang lain. Menurutnya kegagalannya adalah karena adanya pengaruh dan campur tangan orang lain. Namun sebaliknya, jika ia berhasil adalah karena hasil dirinya sendiri.
  • Seringkali pesimis, tidak percaya diri.
  • Kurang memiliki usaha untuk menjadi lebih baik.

Individu yang memiliki "Internal Locus of control"

  • Hubungan interpersonalnya sangat baik, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya.
  • Peduli dengan kesulitan orang lain.
  • Memiliki motivasi tinggi untuk mempelajari hal-hal baru.
  • Ia akan introspeksi diri jika mengalami kegagalan, dan berterima kasih kepada orang-orang yang telah memberikan dukungan ketika ia berhasil dan sukses.
  • Optimis dan yakin dengan kemampuan dirinya.
  • Memiliki usaha yang keras untuk mencapai sesuatu yang dicita-citakan.

Marilah kita mulai merubah kebiasaan-kebiasaan buruk dalam diri kita. Jika diri kita memiliki salah satu dari "External locus of control", marilah segera kita ubah, agar kita menjadi individu yang disukai orang banyak dan diterima dimanapun kita berada.

Tulisan ini hanya sebagian kecil... sangat kecil mengenai usaha untuk melakukan revolusi mental. Lain waktu kami akan berbagi lagi dengan materi yang lebih mendalam dan luas. Terima kasih.

Last Updated on Wednesday, 03 October 2018 11:31

 

EMINENT STUDY

Eminent Study merupakan salah satu Lembaga Pelatihan Terbaik di Indonesia.
www.eminentstudy.com